gravatar

Anekdot tentang Orang Pintar vs. Orang Bodoh

  • Orang bodoh sulit mendapatkan pekerjaan, sehingga dia terpaksa buka usaha sendiri. Dalam perjalanan bisnisnya agar semakin sukses, dia harus merekrut orang pintar. Alhasil, orang bodoh tadi menjadi bosnya orang pintar.
  • Orang pintar belajar keras untuk mendapatkan ijazah dan secepat mungkin melamar pekerjaan. Orang bodoh berjuanag keras secepatnya mendapatkan uang, agar bisa membayar para pelamar kerja.
  • Ketika bisnis sedang lesu, orang bodoh mem-PHK orang pintar. Sebaliknya, orang pintar berdemo menolak PHK. Akhirnya orang pintar meratap-ratap pada orang bodoh.
  • Michael Dell, Henry Ford, Prayogo Pangestu, Bob Hasan, Anthoni Salim dan lain-lain adalah orang-orang "BODOH" yang tidak lulus sarjana, Akan tetapi, ribuban orang pintar bekerja kepada mereka.
Jadi mana yang lebih baik, orang bodoh secara akademis atau orang pintar? Semoga anda termasuk orang cerdas meski bodoh secara akademis, Saya "I Nyoman Londen" hanya punya gelar S3 (SD, SMP, SMA). Tapi saya yakin, apa yang saya torehkan sekarang di bidang bisnis, melebihi mereka yang punya gelar lebih tinggi. Mungkin banyak S1, S2 atau S3 yang masih kesulitan dalam hidupnya. Kebanaykan S, sehingga menjadi es batu yang membeku dalam hidupnya. Ini berbahaya...

Contoh kasus

Pada tahun 1980-an, Purdie masuk kuliah UGM Yogya. Dia mengambil dua jurusan yang berbeda. Ternyata tidak puas, lalu mengambil dua jurusan lagi di IKIP. Sama saja, Purdie tidak juga puas, sehingga dia putus sekolah dan memilih menjadi orang bodoh, Kemudian dia membuka usaha kursus pendidikan. Hebat....meski kuliahnya berantakan, Purdie berani membuka tempat kursus, dengan embel-emebel pasti sukses menembus UMPTN/Sipenmaru

Dalam tempo beberapa tahun, Purdie mampu mengembangkan lembaga kursus yang diberinya nama Primagama. Padahal dia sendiri berantakan kuliahnya. Sekarang malah lebih dahsyat lagi, Karena Primagama ada di seluruh Indonesia bahkan nyaris di semua kabupaten dengan jumlah cabang sekitar 300buah. Dia mampu mempekerjakan ribuan orang, yang sebagian besar bergelar S1 dan sebagian kecil S2. Banyak orang pintar secara akademis menjadi karyawanya. Purdie sendiri kemudian melanjutkan kuliah malah sampai S2, di kampus yang didirikanya sendiri.



cuma sekedar share ja
selengakapnya bisa di baca disini klik aja